DenseCerv AI

DenseCerv AI

Pahami kanker serviks dengan tenang

Periksa Beranda

Panduan

Kanker serviks, HPV, dan Sistem Bethesda

Kanker serviks hampir selalu dapat dicegah. Vaksin HPV, skrining teratur, dan tindak lanjut hasil abnormal berjalan bersama.

Ingat ini dulu

Lima hal penting

  1. 01 HPV sangat umum Infeksi ini sering terjadi. Bukan penilaian moral.
  2. 02 HPV positif bukan kanker Virus terdeteksi, tetapi masih perlu penilaian lanjutan.
  3. 03 Awalnya sering tanpa gejala Jangan menunggu keluhan untuk skrining.
  4. 04 Vaksin tidak menggantikan skrining Keduanya saling melengkapi.
  5. 05 Hasil AI perlu dikonfirmasi Prediksi dari foto, bukan diagnosis laboratorium.

Bab 01

Ringkasan utama

Inti seluruh panduan, sebelum masuk ke bab berikutnya.

Pokok pentingPenjelasan sederhana
Penyebab utamaHampir seluruh kanker serviks berkaitan dengan infeksi menetap HPV berisiko tinggi. HPV sangat umum, dan sebagian besar infeksi dapat dikendalikan sistem imun.
Tidak selalu bergejalaPrakanker dan kanker tahap awal sering tanpa keluhan. Menunggu gejala bukan strategi yang aman.
Dapat dicegahVaksin HPV mencegah sebagian besar infeksi penyebab kanker. Skrining menemukan perubahan sebelum menjadi invasif.
Hasil abnormal bukan vonisHPV positif, ASC-US, LSIL, atau kategori abnormal lain berarti perlu penilaian lanjutan. Banyak hasil abnormal bukan kanker.
Bethesda adalah bahasa laporanSistem Bethesda mengatur cara laboratorium melaporkan hasil sitologi serviks: kelayakan sampel, hasil normal, dan jenis kelainan sel.
DenseCerv memakai 5 kelas BethesdaHasil ditampilkan sebagai Normal atau Abnormal, lalu kategori: NILM, ASC, LSIL, HSIL, atau SCC. Ini prediksi sistem, bukan laporan laboratorium.

Bab 02

Mengenal serviks dan kanker serviks

Apa itu serviks?

Serviks atau leher rahim adalah bagian paling bawah rahim yang menghubungkan rongga rahim dengan vagina. Permukaan luar lebih banyak dilapisi sel skuamosa (pipih), sedangkan saluran dalamnya dilapisi sel glandular/kolumnar (seperti tiang).

Daerah pertemuan keduanya disebut zona transformasi. Sebagian besar perubahan prakanker bermula di sini. Saat Pap smear, tenaga kesehatan berusaha mengambil sel dari area ini.

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks adalah pertumbuhan sel ganas pada leher rahim. Tahap ketika sel abnormal masih terbatas pada lapisan permukaan disebut lesi prakanker — berbeda dengan kanker invasif yang sudah menembus jaringan di bawahnya.

Menurut WHO, pada 2024 diperkirakan terdapat sekitar 604.000 kasus baru dan 280.000 kematian di dunia, terutama di negara dengan akses vaksinasi, skrining, dan pengobatan yang belum merata. Meskipun serius, kanker serviks termasuk yang paling mungkin dicegah.

Prakanker berbeda dengan kanker invasif

KondisiApa yang terjadi?Makna bagi pasien
Sel normalBentuk dan susunan sel sesuai jaringan sehat.Lanjutkan skrining sesuai jadwal.
Infeksi HPVVirus terdeteksi, belum tentu ada kerusakan sel.Banyak infeksi hilang sendiri; tindak lanjut bergantung tipe HPV, usia, dan sitologi.
Lesi prakankerSel abnormal masih di lapisan permukaan.Dapat dipantau atau diobati untuk mencegah kanker.
Kanker invasifSel telah menembus lapisan dasar dan dapat menyebar.Perlu penentuan stadium dan terapi.

Jangan salah memahami “karsinoma in situ”. Artinya sel sangat abnormal masih terbatas pada lapisan epitel. Ini lesi derajat tinggi, bukan kanker yang sudah menyebar.

Bab 03

Memahami HPV dan perjalanan penyakit

Apa itu HPV?

HPV adalah kelompok lebih dari 200 jenis virus. Tipe berisiko rendah lebih sering menyebabkan kutil; tipe berisiko tinggi (terutama HPV-16 dan HPV-18) dapat memicu prakanker dan kanker bila infeksinya menetap.

Karena vaksin tidak selalu mencakup seluruh tipe penyebab kanker, orang yang sudah divaksin tetap perlu skrining.

Bagaimana HPV menular?

HPV terutama menular lewat kontak kulit ke kulit pada area genital, termasuk tanpa penetrasi, dan dapat terjadi meskipun seseorang hanya memiliki satu pasangan. Infeksi HPV tidak boleh dipakai untuk menilai moral atau kesetiaan.

  • Kondom menurunkan risiko, tetapi tidak 100% karena HPV dapat mengenai area yang tidak tertutup kondom.
  • HPV umumnya tidak menular melalui toilet, berbagi alat makan, berjabat tangan, atau aktivitas sosial biasa.
  • Pasangan laki-laki juga dapat terinfeksi HPV, walaupun pemeriksaan rutin HPV pada laki-laki tidak sama dengan skrining serviks.

Mengapa sebagian infeksi menjadi berbahaya?

1

Terpapar HPV

2

Sebagian besar dikendalikan imun

3

Sebagian kecil menetap

4

Prakanker

5

Bisa jadi invasif

Perjalanan ini biasanya bertahun-tahun. Tidak semua infeksi menjadi prakanker, dan tidak semua prakanker menjadi kanker.

Kondisi yang meningkatkan HPV menetap

  • Sistem imun lemah, misalnya HIV, penerima transplantasi, atau obat imunosupresif.
  • Merokok, karena dapat mengganggu pertahanan lokal dan merusak sel serviks.
  • Tidak menjalani skrining, sehingga perubahan sel tidak ditemukan.
  • Paparan HPV berulang atau infeksi tipe berisiko tinggi, terutama HPV-16 dan HPV-18.

HPV positif tidak sama dengan kanker. Artinya materi genetik HPV berisiko tinggi ditemukan, sehingga perlu penilaian dan tindak lanjut.

Bab 04

Faktor risiko dan gejala

Faktor risiko meningkatkan kemungkinan, bukan kepastian. Penyebab biologis utama adalah infeksi menetap HPV berisiko tinggi.

FaktorMengapa berpengaruh?
Infeksi persisten HPV berisiko tinggiFaktor terpenting. Infeksi sementara biasanya tidak menimbulkan kanker.
Tidak pernah atau jarang skriningLesi prakanker dapat berkembang tanpa diketahui.
Sistem imun lemahTubuh lebih sulit membersihkan HPV; orang dengan HIV berisiko lebih tinggi.
MerokokBerkaitan dengan kerusakan sel dan penurunan pertahanan lokal serviks.
Paparan seksual lebih dini atau lebih banyakMeningkatkan peluang bertemu HPV; ini penjelasan epidemiologis, bukan penilaian moral.
Riwayat lesi prakanker atau kanker serviksMemerlukan pemantauan yang lebih khusus dan sering kali lebih lama.
Akses layanan terbatasHambatan biaya, jarak, rasa takut, stigma, atau kurang informasi dapat menunda skrining.

Kapan harus segera memeriksakan diri

Pada tahap awal sering tidak ada gejala. Diagnosis tidak boleh dibuat hanya dari keluhan. Bila gejala sudah ada, jangan menunggu jadwal skrining rutin.

  • Perdarahan setelah berhubungan seksual
  • Perdarahan di antara menstruasi, lebih banyak/lama, atau setelah menopause
  • Keputihan berair, bercampur darah, atau berbau tidak biasa
  • Nyeri panggul atau nyeri ketika berhubungan seksual
  • Pada penyakit lanjut: nyeri punggung atau tungkai, pembengkakan tungkai, gangguan berkemih atau buang air besar, penurunan berat badan, atau mudah lelah

Bab 05

Pencegahan: vaksinasi, gaya hidup, dan skrining

Vaksinasi mencegah infeksi penyebab utama, skrining menemukan risiko atau perubahan sel sebelum menjadi kanker, dan tindak lanjut tepat waktu mencegah lesi berkembang.

Vaksinasi HPV

  • Paling efektif sebelum terpapar HPV. WHO memprioritaskan anak perempuan usia 9–14 tahun.
  • Vaksin adalah pencegahan, bukan pengobatan infeksi atau lesi yang sudah ada.
  • Jumlah dosis bergantung usia, kondisi imun, jenis vaksin, dan kebijakan nasional.
  • Efek samping umumnya ringan: nyeri, kemerahan, bengkak, atau demam ringan.
  • Sudah vaksin tetap perlu skrining karena vaksin tidak melindungi seluruh tipe HPV penyebab kanker.

Di Indonesia, imunisasi HPV masuk program nasional (BIAS), dengan sasaran utama anak perempuan kelas 5 / sekitar usia 11 tahun. Sejak 2025 terdapat kebijakan satu dosis untuk sasaran program tertentu. Konfirmasikan ke sekolah atau Puskesmas.

Pencegahan lain

  • Tidak merokok atau berhenti merokok.
  • Menggunakan kondom untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual, meski perlindungannya terhadap HPV tidak sempurna.
  • Menjaga kesehatan umum dan mengikuti pengobatan bila sistem imun lemah.
  • Menghindari stigma dan membangun komunikasi kesehatan seksual yang berbasis fakta.

Skrining

WHO merekomendasikan tes HPV berkinerja tinggi sebagai metode utama bila tersedia, umumnya mulai usia 30 tahun (25 tahun bagi perempuan yang hidup dengan HIV). Pedoman nasional, riwayat hasil abnormal, kehamilan, operasi rahim, atau gangguan imun dapat mengubah jadwal.

Pada 2026, Kemenkes memperluas akses skrining DNA HPV dan pengambilan sampel mandiri melalui program Cek Kesehatan Gratis. Ketersediaan layanan dapat berbeda antarwilayah.

90%

anak perempuan selesai vaksin HPV sebelum usia 15 tahun

70%

perempuan menjalani skrining berkinerja tinggi pada usia sasaran

90%

orang dengan lesi prakanker atau kanker mendapat pengobatan sesuai

Target eliminasi WHO 90-70-90: vaksin saja tidak cukup; skrining dan pengobatan juga harus tersedia.

Bab 06

Jenis pemeriksaan

PemeriksaanApa yang dicari?Kegunaan utamaHal yang perlu dipahami
Tes HPV DNAMateri genetik HPV berisiko tinggiSkrining primer; menemukan risiko sebelum perubahan sel terlihatHasil positif bukan kanker. Bisa perlu genotiping, sitologi, IVA, atau kolposkopi.
Pap smearBentuk dan susunan selMenemukan perubahan sel prakanker atau tanda kankerDilaporkan dengan Sistem Bethesda. Abnormal sering perlu tes HPV atau kolposkopi.
IVAPerubahan warna setelah asam asetatCepat dan praktis di layanan primerHasil segera, tetapi bergantung pelatihan pemeriksa.
KolposkopiArea abnormal dengan pembesaranPemeriksaan lanjutan setelah skrining abnormalBukan skrining rutin untuk semua orang. Dapat disertai biopsi.
BiopsiPotongan jaringanMenetapkan diagnosis lesi prakanker atau kankerPemeriksaan konfirmasi; hasilnya berbeda dari sitologi Pap smear.

Skrining menyaring siapa yang berisiko. Diagnosis pasti biasanya memerlukan pemeriksaan dokter, kolposkopi, dan bila perlu biopsi.

Persiapan sebelum pemeriksaan

  • Bila memungkinkan, hindari hari ketika perdarahan menstruasi sedang banyak.
  • Ikuti petunjuk fasilitas kesehatan mengenai hubungan seksual, obat atau krim vagina, dan pembersih vagina.
  • Beritahu petugas bila sedang hamil, mengalami perdarahan, pernah hasil abnormal, pernah operasi serviks/rahim, atau memakai obat penurun imun.
  • Sampaikan rasa takut atau nyeri. Pemeriksaan dapat dihentikan sementara dan penjelasan dapat diminta pada setiap tahap.

Hak pasien. Berhak mendapat penjelasan, memberi atau menolak persetujuan, meminta privasi, didampingi sesuai aturan fasilitas, dan meminta pemeriksa berhenti bila sangat tidak nyaman.

Bab 07

Sistem Bethesda

Sistem Bethesda (TBS) adalah standar pelaporan sitologi serviks agar laboratorium dan dokter memakai bahasa yang seragam. Ini bukan alat menentukan stadium kanker dan bukan pengganti biopsi.

Bagian utama laporan

KomponenIsi yang dilaporkan
Jenis spesimenMisalnya sediaan konvensional atau sitologi berbasis cairan.
Kelayakan sampelApakah sampel memadai untuk dinilai; bila tidak, alasan harus disebutkan.
Kategori umumNegatif untuk lesi intraepitel atau keganasan, kelainan sel epitel, atau temuan lain.
Interpretasi/hasilIstilah spesifik seperti NILM, ASC-US, LSIL, HSIL, AGC, atau kategori keganasan. Di DenseCerv, NILM muncul sebagai hasil Normal dengan kategori NILM.
Tes tambahan dan komentarMisalnya hasil HPV, catatan organisme, atau saran korelasi klinis.

Sampel tidak memadai bukan berarti hasilnya normal. Artinya laboratorium tidak dapat menilai secara andal — biasanya perlu diulang.

Model DenseCerv. Aplikasi ini menampilkan hasil Normal atau Abnormal, lalu kategori: NILM, ASC, LSIL, HSIL, atau SCC. ASC di sini adalah gabungan atypia skuamosa, bukan pemisahan ASC-US vs ASC-H seperti laporan lab.

NILM dan kelainan sel skuamosa

NILM berarti pada sampel yang dinilai tidak ditemukan kelainan sel prakanker atau keganasan. Di aplikasi, ini tampil sebagai hasil Normal dengan kategori NILM. Laporan masih dapat menyebut perubahan jinak, radang, atau atrofi. NILM bukan jaminan seumur hidup; skrining tetap dilanjutkan.

IstilahMakna sederhanaTindak lanjut secara umum
NILMTidak ditemukan lesi intraepitel atau keganasan pada sampel yang dinilai. Di aplikasi: hasil Normal, kategori NILM.Skrining sesuai jadwal.
ASCSel skuamosa atipik pada prediksi DenseCerv (gabungan atypia). Di laporan lab, biasanya dipecah menjadi ASC-US atau ASC-H.Konsultasi; tes HPV atau evaluasi sesuai penilaian dokter.
ASC-USSel sedikit tidak biasa; penyebab belum jelas. Dapat berkaitan dengan HPV, radang, atau perubahan jinak.Sering dinilai dengan tes HPV atau pengulangan sitologi.
ASC-HKelainan derajat tinggi belum dapat disingkirkan.Umumnya perlu kolposkopi atau evaluasi lebih lanjut.
LSILPerubahan derajat rendah, sering terkait HPV aktif; kira-kira sejalan dengan CIN 1, tetapi tidak identik.Pemantauan atau evaluasi sesuai usia, HPV, dan pedoman.
HSILPerubahan derajat tinggi; risiko lebih besar terdapat CIN 2 atau CIN 3. Belum otomatis kanker invasif.Evaluasi lebih cepat, biasanya kolposkopi/biopsi.
SCCGambaran mengarah pada kanker sel skuamosa invasif.Perlu konfirmasi dan rujukan penanganan kanker.

Kelainan sel glandular

IstilahMakna sederhanaCatatan
AGCSel glandular tampak tidak biasa, derajatnya belum pasti.Tidak boleh disamakan dengan radang biasa; perlu evaluasi.
AISKelainan glandular derajat tinggi yang masih terbatas pada epitel.Bukan kanker invasif, tetapi berisiko tinggi.
AdenokarsinomaGambaran mengarah pada kanker invasif dari sel glandular.Perlu konfirmasi dan rujukan stadium serta terapi.

Dua orang dengan istilah yang sama dapat menerima anjuran berbeda. Keputusan tindak lanjut memakai kombinasi Pap smear, HPV, usia, kehamilan, status imun, dan riwayat.

Bab 08

Lima kelas DenseCerv (Bethesda)

Ini prediksi dari foto

DenseCerv memakai satu model 5 kelas: NILM, ASC, LSIL, HSIL, SCC. Hasil di web: Normal atau Abnormal, lalu kategori tersebut. Bukan pengganti laporan sitologi resmi.

Kelas-kelas ini mengikuti bahasa Sistem Bethesda untuk kelainan sel skuamosa. Laporan laboratorium lengkap masih dapat memuat kelayakan sampel, HPV, AGC, dan komentar lain yang tidak diprediksi aplikasi ini.

KelasKelompokPenjelasan awamCatatan
NILMNormalTidak ditemukan lesi intraepitel atau keganasan pada citra yang dinilai.Skrining sesuai jadwal.
ASCAtypiaSel skuamosa tampak tidak biasa; penyebab belum pasti.Gabungan ASC-US/ASC-H pada model ini.
LSILRendahPerubahan derajat rendah, sering terkait HPV aktif.Bukan vonis kanker.
HSILTinggiPerubahan derajat tinggi; risiko lesi bermakna lebih besar.Belum otomatis kanker invasif.
SCCSangat tinggiGambaran mengarah pada karsinoma sel skuamosa.Wajib konfirmasi di faskes.

Mengapa hasil aplikasi berbeda dari laporan lab?

  • Aplikasi menilai satu foto. Sitologi klinis menilai seluruh sediaan dan konteks pasien.
  • ASC pada model tidak memisahkan ASC-US dan ASC-H.
  • Kelainan glandular (AGC, AIS, adenokarsinoma) tidak termasuk lima kelas ini.
  • Perbedaan mikroskop, pewarnaan, dan kualitas foto dapat mengubah prediksi.

Ciri yang sering dipelajari AI

  • Ukuran dan bentuk inti: abnormal sering membesar, tidak beraturan, atau lebih gelap.
  • Rasio inti terhadap sitoplasma: semakin tinggi derajat kelainan, inti cenderung lebih besar.
  • Tekstur kromatin, bentuk batas sel, serta warna dan intensitas pewarnaan.

Bab 09

Alur setelah hasil skrining

  1. 01Pemeriksaan awal — HPV DNA, Pap, IVA, atau kombinasi.
  2. 02Hasil normal — kembali skrining sesuai jadwal, kecuali ada gejala.
  3. 03Hasil abnormal — jangan panik. Risiko dinilai dari HPV, sitologi, usia, dan riwayat.
  4. 04Triase — pengulangan tes, sitologi, IVA, kolposkopi, atau biopsi.
  5. 05Keputusan klinis — pemantauan, pengobatan prakanker, atau rujukan.
  6. 06Tindak lanjut — pemeriksaan ulang setelah terapi.
Contoh hasilMakna sederhanaBiasanya dipertimbangkan
HPV negatif + sitologi normalRisiko lesi derajat tinggi saat ini rendah.Kembali skrining sesuai interval.
HPV positif, sitologi normalVirus ada, perubahan sel belum tampak.Genotipe HPV, pengulangan tes, atau triase lain.
ASC-US / LSILPerubahan ringan atau belum jelas. Bukan vonis kanker.Tes HPV, pengulangan, atau kolposkopi sesuai usia dan riwayat.
ASC-H / HSIL / AGC / AISKemungkinan kelainan bermakna.Evaluasi lebih cepat, umumnya kolposkopi/biopsi.
Gejala mencurigakan meski skrining normalSkrining normal tidak menyingkirkan semua penyebab keluhan.Pemeriksaan diagnostik langsung; jangan menunggu jadwal berikutnya.

Bab 10

Peran dan keterbatasan AI

AI dapat membantu menandai sel yang tampak abnormal atau menjadi alat bantu belajar. Keluarannya adalah prediksi statistik, bukan diagnosis mandiri.

Manfaat potensial

  • Membantu ahli memeriksa banyak citra secara lebih efisien.
  • Menandai area yang perlu mendapat perhatian lebih.
  • Mendukung layanan di daerah dengan keterbatasan tenaga ahli, bila sistem telah divalidasi.
  • Menyediakan materi edukasi interaktif untuk memahami perbedaan sel normal dan abnormal.

Batasan yang harus dipahami

  • Salah positif dapat membuat orang cemas dan menjalani pemeriksaan tambahan yang tidak diperlukan.
  • Salah negatif dapat melewatkan kelainan. Sensitivitas terhadap lesi derajat tinggi sangat penting.
  • Model 5 kelas Bethesda memakai satu citra; hasilnya belum tentu sama pada sampel rumah sakit lain.
  • Perbedaan mikroskop, pewarnaan, kamera, resolusi, dan preparasi dapat menurunkan kinerja.
  • Privasi data kesehatan, persetujuan, keamanan penyimpanan, dan kejelasan tanggung jawab klinis wajib dijaga.

Hasil ini merupakan prediksi sistem berbasis citra dan bukan diagnosis medis. Interpretasi akhir harus dilakukan oleh tenaga kesehatan melalui pemeriksaan lengkap dan, bila diperlukan, tes lanjutan.

Bab 11

Mitos dan fakta

Mitos

HPV positif berarti saya terkena kanker.

Fakta

HPV positif berarti virus berisiko tinggi ditemukan. Tindak lanjut tetap penting.

Mitos

Pap smear abnormal pasti kanker.

Fakta

Sebagian besar menunjukkan infeksi HPV atau perubahan awal.

Mitos

Tidak ada gejala, jadi tidak perlu skrining.

Fakta

Lesi prakanker dan kanker awal sering tanpa gejala.

Mitos

Sudah vaksin, tidak perlu Pap atau tes HPV.

Fakta

Vaksin tidak melindungi terhadap seluruh tipe HPV penyebab kanker.

Mitos

HPV hanya pada orang yang sering berganti pasangan.

Fakta

HPV sangat umum dan dapat terjadi meski hanya ada satu pasangan.

Mitos

Pemeriksaan serviks menyebabkan mandul.

Fakta

Pap, tes HPV, atau IVA tidak mengambil rahim dan tidak menyebabkan kemandulan.

Mitos

In situ sama dengan kanker yang sudah menyebar.

Fakta

In situ berarti masih terbatas pada lapisan asal.

Mitos

AI yang akurat dapat menggantikan dokter.

Fakta

Akurasi penelitian tidak otomatis berlaku di layanan nyata.

Bab 12

Pertanyaan yang sering diajukan

Belum ada obat yang menghilangkan semua HPV. Sistem imun sering mengendalikan infeksi. Yang diobati adalah kutil, lesi prakanker, atau kanker yang ditimbulkan.

Ya, pada banyak orang. Tetap ikuti jadwal pemeriksaan ulang.

Sebagian orang hanya merasakan tekanan atau tidak nyaman selama beberapa menit. Sampaikan ketidaknyamanan kepada pemeriksa.

Tergantung usia, riwayat hasil, dan apakah serviks masih ada. Jangan berhenti hanya karena menstruasi telah berhenti tanpa berkonsultasi.

Perlu diketahui apakah serviks ikut diangkat dan alasan operasinya. Riwayat lesi derajat tinggi atau kanker mungkin tetap perlu pemantauan.

Pemeriksaan tertentu dapat dilakukan, tetapi pilihan dan waktunya ditentukan tenaga kesehatan. Beritahu petugas bila sedang atau mungkin hamil.

Puskesmas, rumah sakit, klinik, atau laboratorium yang menyediakan IVA, Pap smear, atau tes HPV. Program Cek Kesehatan Gratis juga memperluas skrining DNA HPV di lokasi terpilih.

Simpan hasil, tanyakan istilah yang tidak dipahami, catat jadwal tindak lanjut, dan jangan menunda rujukan. Membawa hasil pemeriksaan lama sangat membantu penilaian risiko.

Bab 13

Langkah praktis

  1. 1Periksa status imunisasi HPV anak atau remaja; tanyakan BIAS di Puskesmas.
  2. 2Tanyakan tes DNA HPV, Pap smear, atau IVA yang tersedia.
  3. 3Jangan menunggu gejala. Bila ada perdarahan tidak biasa, minta evaluasi segera.
  4. 4Simpan seluruh hasil skrining dan bawa saat kontrol berikutnya.
  5. 5Bila hasil abnormal, tanyakan risiko, tes lanjutan, dan kapan harus dilakukan.
  6. 6Sebarkan informasi yang tidak menyalahkan pasien. HPV sangat umum.

Bab 14

Glosarium

IstilahArti
AdenokarsinomaKanker yang berasal dari sel glandular atau sel penghasil lendir.
BiopsiPengambilan sedikit jaringan untuk diperiksa di laboratorium.
CINCervical Intraepithelial Neoplasia; perubahan prakanker pada histologi (CIN 1–3).
DisplasiaPerubahan bentuk, ukuran, dan susunan sel yang tidak normal.
HPVHuman Papillomavirus; sebagian tipenya dapat menyebabkan kanker.
ASCAtypical Squamous Cells; sel skuamosa tampak tidak biasa. Di lab biasanya dipecah ASC-US atau ASC-H.
HSIL / LSILLesi skuamosa intraepitel derajat tinggi / rendah pada sitologi.
SCCSquamous cell carcinoma; kanker sel skuamosa.
KolposkopiPemeriksaan serviks dengan alat pembesar untuk melihat area abnormal.
LesiDaerah jaringan yang mengalami perubahan atau kelainan.
NILMTidak ditemukan lesi intraepitel atau keganasan. Di aplikasi: hasil Normal, kategori NILM.
Pap smearPemeriksaan sel serviks untuk mencari perubahan bentuk dan susunan sel.
SkriningPemeriksaan pada orang tanpa gejala untuk menemukan risiko atau penyakit lebih awal.
ServiksLeher rahim, bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina.
SitologiPemeriksaan sel secara mikroskopis.
Zona transformasiPertemuan sel skuamosa dan glandular; tempat banyak lesi prakanker bermula.

Bab 15

Sumber rujukan utama

  1. WHO. Cervical cancer fact sheet. Diperbarui 3 Juli 2026.
  2. WHO. Human papillomavirus and cancer. 5 Maret 2024.
  3. WHO guideline for screening and treatment of cervical pre-cancer lesions, 2021 & 2026.
  4. Kemenkes RI. Skrining kanker leher rahim terintegrasi program CKG, 27 Januari 2026.
  5. Kemenkes RI. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS): imunisasi HPV.
  6. National Cancer Institute. Next steps after an abnormal cervical cancer screening test.
  7. Nayar R, Wilbur DC. The Bethesda System for Reporting Cervical Cytology. Edisi ketiga, 2015.

Rekomendasi usia, interval skrining, jenis tes, dan jadwal vaksinasi dapat berubah. Selalu ikuti pedoman terbaru Kementerian Kesehatan dan fasilitas kesehatan setempat.

Penutup

Kanker serviks tidak muncul tiba-tiba. Pada sebagian besar kasus ada rangkaian yang dapat dikenali: infeksi HPV berisiko tinggi, infeksi yang menetap, perubahan sel prakanker, lalu kanker invasif. Vaksinasi, skrining teratur, dan tindak lanjut hasil abnormal adalah satu rangkaian perlindungan. Hasil abnormal bukan berarti pasti kanker, tetapi tidak boleh diabaikan.

!

Catatan penting. Materi ini untuk edukasi, bukan pengganti pemeriksaan atau diagnosis. Hasil abnormal bukan otomatis kanker, tetapi harus ditindaklanjuti. DenseCerv AI memprediksi dari foto — keputusan akhir tetap pada tenaga kesehatan.